Entry: SuMaTeRa sEdAnG BeRgErAk... Wednesday, April 13, 2005





image preview      Go to fullsize image


Untuk pengetahuan kita…

 

Ini ada sekilas info tentang hasil analisa dari seorang pakar Australia,

Profesor Ray Cas dari Fakultas Ilmu Bumi Monash University .

Semoga kita semua selalu dalam lindungan-NYA....amiiiiin...........

 

Pakar Peringatkan Letusan Gunung Api di Danau Toba

SYDNEY - Ketika Indonesia sedang berjuang keras mengevakuasi

para korban gempa di Pulau Nias, seorang pakar Australia memperingatkan

bahwa wilayah Sumatera bakal diguncang letusan gunung berapi sangat

dahsyat.

 

Skala bencana ledakan ''super volcano'' itu diperkirakan jauh

lebih besar daripada tsunami 26 Desember dan gempa 28 Maret lalu.

 

Profesor Ray Cas dari Fakultas Ilmu Bumi Monash University

mengatakan, letusan gunung berapi paling dahsyat itu bakal terjadi di

Danau Toba, Sumatera Utara.

 

Dia mengatakan kemarin, Danau Toba terletak di jalur patahan di

bagian tengah Pulau Sumatera. Sejumlah ahli seismologi juga mengatakan,

gempa besar ketiga mungkin akan mengguncang wilayah tersebut, menyusul

gempa 9,0 skala Richter pada 26 Desember dan 8,7 skala Richter pada 28

Maret lalu.

Letusan-letusan vulkano besar yang berpotensi menewaskan jutaan

orang dan menimbulkan kerusakan hebat akan terjadi setelah satu ledakan

pertama.

 

Menurut Cas, super volcano itu hanya menunggu waktu. Dia

menambahkan ledakan tersebut merupakan ancaman terbesar bagi planet ini.

Sebab, letusan hebat itu bisa menyebabkan bencana terbesar dalam sejarah

Modern

''Super volcano pasti meledak,'' kata Cas. ''Ledakan itu terjadi

setiap 50 atau 1.000 tahun. Cepat atau lambat, salah satu letusan

dahsyat itu akan mengguncang planet ini.''

 

Menurutnya, ledakan-ledakan hebat gunung berapi pernah terjadi

di Italia, Selandia Baru, Amerika Selatan, AS, dan Indonesia.

 

Dalam Waktu Dekat

Ledakan terbesar berlangsung di Danau Toba, yang telah

menciptakan kawah berdiameter 90 kilometer. Menurut Prof Cas, siklus

ledakan hebat 2.000 tahunan telah tiba waktunya. Para pakar vulkanologi

di seluruh dunia sedang mengamati dan menunggu terjadinya bencana besar

dalam waktu dekat.

 

Menurut Cas, ledakan besar terakhir yang secara ilmiah disebut

caldera terjadi 2.000 tahun lalu di Selandia Baru.

 

Dia mengatakan, ledakan-ledakan itu begitu kuat sehingga

sejumlah besar bebatuan dan debu terlontar ke atmosfer. Ada risiko

ledakan itu menimbulkan tsunami karena guncangan vulkanik melanda

lautan. ''Kemungkinan korban tewas bisa mencapai ratusan ribu sampai

jutaan. Ada implikasi serius terhadap iklim, cuaca, dan keberlangsungan

produksi pangan,'' kata dia.

 

Dia menambahkan, meski ada ancaman dalam waktu dekat,

negara-negara sekitar tampaknya belum siap.

 

 ''Masalah terbesar adalah, banyak gunung berapi yang

berpotensi

meletus itu mungkin tidak dipantau dengan semestinya. Tentu saja, kita

harus belajar dari bencana tsunami Desember lalu,'' kata dia.

 

Gempa-gempa di lepas pantai Aceh barat dan Pulau Nias terjadi di

sepanjang jalur patahan lepas pantai barat Sumatera. Gempa-gempa itu

menciptakan tekanan seismologis yang dapat mempercepat letusan gunung

berapi.

 

Cas mengatakan, letusan vulkano hebat terjadi di Danau Toba

sekitar 73.000 tahun lalu. Skala ledakannya begitu besar sehingga

mengubah iklim dunia. ''Ledakan tersebut mengakibatkan tersemburnya

1.000 kilometer kubik debu dan bebatuan ke atmosfer. Sebagian besar debu

itu menghalangi sinar matahari. Akibatnya, dunia memasuki zaman es,''

kata dia.

 

Ilmuwan itu mengatakan super volcano mencerminkan potensi bahaya

terbesar dari Bumi. ''Ancaman dahsyat lainnya berasal dari angkasa luar,

yakni jatuhnya asteroid besar,'' tambahnya.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments