Untuk pengetahuan kita…
Ini ada sekilas info tentang hasil analisa dari seorang pakar Australia,
Profesor Ray Cas dari Fakultas Ilmu Bumi Monash University .
Semoga kita semua selalu dalam lindungan-NYA....amiiiiin...........
Pakar Peringatkan Letusan Gunung Api di Danau Toba
SYDNEY - Ketika Indonesia sedang berjuang keras mengevakuasi
para korban gempa di Pulau Nias, seorang pakar Australia memperingatkan
bahwa wilayah Sumatera bakal diguncang letusan gunung berapi sangat
dahsyat.
Skala bencana ledakan ''super volcano'' itu diperkirakan jauh
lebih besar daripada tsunami 26 Desember dan gempa 28 Maret lalu.
Profesor Ray Cas dari Fakultas Ilmu Bumi Monash University
mengatakan, letusan gunung berapi paling dahsyat itu bakal terjadi di
Danau Toba, Sumatera Utara.
Dia mengatakan kemarin, Danau Toba terletak di jalur patahan di
bagian tengah Pulau Sumatera. Sejumlah ahli seismologi juga mengatakan,
gempa besar ketiga mungkin akan mengguncang wilayah tersebut, menyusul
gempa 9,0 skala Richter pada 26 Desember dan 8,7 skala Richter pada 28
Maret lalu.
Letusan-letusan vulkano besar yang berpotensi menewaskan jutaan
orang dan menimbulkan kerusakan hebat akan terjadi setelah satu ledakan
pertama.
Menurut Cas, super volcano itu hanya menunggu waktu. Dia
menambahkan ledakan tersebut merupakan ancaman terbesar bagi planet ini.
Sebab, letusan hebat itu bisa menyebabkan bencana terbesar dalam sejarah
Modern
''Super volcano pasti meledak,'' kata Cas. ''Ledakan itu terjadi
setiap 50 atau 1.000 tahun. Cepat atau lambat, salah satu letusan
dahsyat itu akan mengguncang planet ini.''
Menurutnya, ledakan-ledakan hebat gunung berapi pernah terjadi
di Italia, Selandia Baru, Amerika Selatan, AS, dan Indonesia.
Dalam Waktu Dekat
Ledakan terbesar berlangsung di Danau Toba, yang telah
menciptakan kawah berdiameter 90 kilometer. Menurut Prof Cas, siklus
ledakan hebat 2.000 tahunan telah tiba waktunya. Para pakar vulkanologi
di seluruh dunia sedang mengamati dan menunggu terjadinya bencana besar
dalam waktu dekat.
Menurut Cas, ledakan besar terakhir yang secara ilmiah disebut
caldera terjadi 2.000 tahun lalu di Selandia Baru.
Dia mengatakan, ledakan-ledakan itu begitu kuat sehingga
sejumlah besar bebatuan dan debu terlontar ke atmosfer. Ada risiko
ledakan itu menimbulkan tsunami karena guncangan vulkanik melanda
lautan. ''Kemungkinan korban tewas bisa mencapai ratusan ribu sampai
jutaan. Ada implikasi serius terhadap iklim, cuaca, dan keberlangsungan
produksi pangan,'' kata dia.
Dia menambahkan, meski ada ancaman dalam waktu dekat,
negara-negara sekitar tampaknya belum siap.
''Masalah terbesar adalah, banyak gunung berapi yang
berpotensi
meletus itu mungkin tidak dipantau dengan semestinya. Tentu saja, kita
harus belajar dari bencana tsunami Desember lalu,'' kata dia.
Gempa-gempa di lepas pantai Aceh barat dan Pulau Nias terjadi di
sepanjang jalur patahan lepas pantai barat Sumatera. Gempa-gempa itu
menciptakan tekanan seismologis yang dapat mempercepat letusan gunung
berapi.
Cas mengatakan, letusan vulkano hebat terjadi di Danau Toba
sekitar 73.000 tahun lalu. Skala ledakannya begitu besar sehingga
mengubah iklim dunia. ''Ledakan tersebut mengakibatkan tersemburnya
1.000 kilometer kubik debu dan bebatuan ke atmosfer. Sebagian besar debu
itu menghalangi sinar matahari. Akibatnya, dunia memasuki zaman es,''
kata dia.
Ilmuwan itu mengatakan super volcano mencerminkan potensi bahaya
terbesar dari Bumi. ''Ancaman dahsyat lainnya berasal dari angkasa luar,
yakni jatuhnya asteroid besar,'' tambahnya.